Kelompok
1
Nama kelompok :
1.
Didit
Prabowo (07031181520044)
2.
Fenti Anggraini (07031181520012)
3.
Monalisa
(07031181520058)
4.
Pikri (07031381520131)
5.
Rahmawati
Umi K (07031281520168)
6.
Riska
Irmawati (07031181520008)
7.
Yuni
Aziza (07031181520050)
8.
Yuni
Rahayu Ningsih (07031181520030)
RUMAH
SAKIT SEBAGAI PELAYANAN MEDIS
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu
etnis tertentu. Dalam pokok bahasan ini kami mengamati objek rumah sakit
sebagai pusat pelayanan medis yang diamati dari sisi antropologi.
Rumah sakit adalah
sebuah institusi perawatan kesehatan
profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan
tenaga ahli kesehatan lainnya. Dalam sejarah kuno, kepercayaan dan pengobatan
berhubungan sangat erat. Salah satu contoh institusi pengobatan tertua adalah
kuil Mesir. Kuil Asclepius di
Yunani juga dipercaya memberikan pengobatan kepada orang sakit, yang kemudian
juga diadopsi bangsa Romawi sebagai kepercayaan. Kuil Romawi untuk Æsculapius
dibangun pada tahun 291 SM di tanah Tiber, Roma dengan ritus-ritus hampir sama dengan kepercayaan Yunani.
Institusi yang spesifik untuk pengobatan pertama kali, ditemukan di India. Rumah sakit Brahmanti pertama kali
didirikan di Sri Lanka pada tahun 431 SM,
kemudian Raja Ashoka juga mendirikan 18 rumah sakit di Hindustan pada 230 SM dengan
dilengkapi tenaga medis dan perawat yang dibiayai anggaran kerajaan. Rumah
sakit pertama yang melibatkan pula konsep pengajaran pengobatan, dengan
mahasiswa yang diberikan pengajaran oleh tenaga ahli, adalah Akademi
Gundishapur di
Kerajaan Persia. Bangsa Romawi menciptakan valetudinaria untuk
pengobatan budak, gladiator, dan prajurit sekitar 100 SM. Adopsi
kepercayaan Kristiani turut memengaruhi pelayanan medis di sana. Konsili Nicea I
pada tahun 325
memerintahkan pihak Gereja untuk juga memberikan pelayanan kepada orang-orang
miskin, sakit, janda, dan musafir. Setiap satu katedral di setiap kota harus
menyediakan satu pelayanan kesehatan. Salah satu yang pertama kali mendirikan
adalah Saint Sampson di Konstantinopel dan Basil, bishop of
Caesarea. Bangunan
ini berhubungan langsung dengan bagunan gereja, dan disediakan pula tempat
terpisah untuk penderita lepra. Rumah sakit abad pertengahan di Eropa juga
mengikuti pola tersebut. Di setiap tempat peribadahan biasanya terdapat
pelayanan kesehatan oleh pendeta dan suster (Frase
Perancis untuk rumah sakit adalah hôtel-Dieu, yang berarti "hostel
of God."). Namun beberapa di antaranya bisa pula terpisah dari tempat peribadahan.
Ditemukan pula rumah sakit yang terspesialisasi untuk penderita lepra, kaum
miskin, atau musafir. Rumah sakit dalam sejarah Islam memperkenalkan standar pengobatan
yang tinggi pada abad 8 hingga 12. Rumah sakit pertama dibangun pada abad 9
hingga 10 mempekerjakan 25 staff pengobatan dan perlakuan pengobatan berbeda
untuk penyakit yang berbeda pula. Rumah sakit yang didanai pemerintah muncul
pula dalam sejarah Tiongkok pada awal abad 10. Perubahan rumah sakit menjadi
lebih sekular di Eropa terjadi pada abad 16 hingga 17. Tetapi baru pada abad 18
rumah sakit modern pertama dibangun dengan hanya menyediakan pelayanan dan
pembedahan medis. Inggris pertama kali memperkenalkan konsep ini. Guy's Hospital didirikan di London pada 1724 atas permintaan seorang saudagar kaya
Thomas Guy. Rumah sakit yang dibiayai swasta seperti ini kemudian menjamur di
seluruh Inggris Raya. Di koloni Inggris di Amerika kemudian berdiri Pennsylvania General Hospital di Philadelphia
pada 1751. setelah
terkumpul sumbangan £2,000. Di Eropa Daratan biasanya rumah sakit dibiayai dana
publik. Namun secara umum pada pertengahan abad 19 hampir seluruh negara di
Eropa dan Amerika Utara telah memiliki keberagaman rumah sakit.
Selama Abad pertengahan,
rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar rumah sakit yang kita kenal
pada zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan orang miskin atau
persinggahan musafir. Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari kata
Latin, hospes
(tuan rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality (keramahan). Beberapa pasien bisa hanya datang untuk
diagnosis atau terapi ringan untuk kemudian meminta perawatan jalan, atau bisa
pula meminta rawat inap dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit
dibedakan dari institusi kesehatan lain dari kemampuannya memberikan diagnosa
dan perawatan medis secara menyeluruh kepada pasien.
Berikut
merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit, yaitu:
- Melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis,
- Melaksanakan pelayanan medis tambahan, pelayanan penunjang medis tambahan,
- Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman,
- Melaksanakan pelayanan medis khusus,
- Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan,
- Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi,
- Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial,
- Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan,
- Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (observasi),
- Melaksanakan pelayanan rawat inap,
- Melaksanakan pelayanan administratif,
- Melaksanakan pendidikan para medis,
- Membantu pendidikan tenaga medis umum,
- Membantu pendidikan tenaga medis spesialis,
- Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan,
- Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi,
Tugas
dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia
terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, kelas a, b, c, d.
berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. perubahan kelas rumah
sakit dapat saja terjadii sehubungan dengan turunnya kinerja rumah sakit yang
ditetapkan oleh menteri kesehatan indonesia melalui keputusan dirjen yan medik.
Jenis-jenis Rumah Sakit
1. Rumah sakit umum
Rumah sakit umum biasanya
merupakan fasilitas yang mudah ditemui di suatu negara, dengan kapasitas rawat
inap sangat besar untuk perawatan intensif ataupun jangka panjang. Rumah sakit
jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah, bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan
fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.
Rumah sakit yang sangat besar
sering disebut Medical Center (pusat kesehatan), biasanya melayani seluruh
pengobatan modern. Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka
pelayanan kesehatan tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik).
Biasanya terdapat beberapa klinik/poliklinik di dalam suatu rumah sakit.
2. Rumah sakit terspesialisasi
Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau rumah sakit yang melayani
kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain. Rumah sakit bisa terdiri atas
gabungan atau pun hanya satu bangunan.
3. Rumah sakit
penelitian/pendidikan
Rumah sakit penelitian/pendidikan
adalah rumah sakit umum yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pendidikan
di fakultas kedokteran pada suatu universitas/lembaga pendidikan tinggi.
Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk pelatihan dokter-dokter muda, uji coba
berbagai macam obat baru atau teknik pengobatan baru. Rumah sakit ini
diselenggarakan oleh pihak universitas/perguruan tinggi sebagai salah satu
wujud pengabdian masyararakat / Tri Dharma perguruan tinggi.
4. Rumah sakit
lembaga/perusahaan
Rumah sakit yang didirikan oleh
suatu lembaga/perusahaan untuk melayani pasien-pasien yang merupakan anggota
lembaga tersebut/karyawan perusahaan tersebut. Alasan pendirian bisa karena
penyakit yang berkaitan dengan kegiatan lembaga tersebut (misalnya rumah sakit
militer, lapangan udara), bentuk jaminan sosial/pengobatan gratis bagi
karyawan, atau karena letak/lokasi perusahaan yang terpencil/jauh dari rumah
sakit umum. Biasanya rumah sakit lembaga/perusahaan di Indonesia juga menerima
pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk masyarakat umum.
5. Klinik
Fasilitas medis yang lebih kecil
yang hanya melayani keluhan tertentu. Biasanya dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktek
pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa
kumpulan klinik yang disebut poliklinik.
Sebuah klinik (atau rawat jalan
klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas perawatan kesehatan
yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan. Klinik dapat dioperasikan,
dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan biasanya meliputi
perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat lokal, berbeda
dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan khusus dan
mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.
Karakteristik Objek yang Diamati
Rumah sakit Mahyuzahra merupakan rumah sakit pada umumnya, tetapi kami
tidak bisa meyakini langsung apakah rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit
umum atau rumah sakit swsata. Untuk data pribadi rumah sakit Mahyuzahra kami
tidak bisa mendapatkan informasi lebih lanjut, sebab pihak rumah sakit tidak
dapat membagi informasi mengenai sejarah, visi, misi, tujuan, kelengkapan
fasilitas, dan informasi internal lain sebagainya dikarenakan kami tidak
mencantumkan proposal survei agar mendapatka izin.
Seperti yang tercantum pada foto diatas yang merupakan sumber data yang
dapat kami cantumkan. Rumah sakit Mahyuzahra disurvei dalam sudut pandang
eksternal telah memadai sebagai tipe rumah sakit pada umumnya. Rumah sakit
Mahyuzahra memiliki ruang IGD yang terkhusus disediakan. Rumah sakit Mahyuzahra
juga telah memfasilitasi apotek meskipun dalam keadaan tertutup atau privasi.
Dan seperti juga tercantum dalam foto diatas Rumah sakit Mahyuzahra memiliki
beberapa dokter spesialis yang dapat menunjang kebutuhan pasien akan pelayanannya.
Selain fakta eksternal yang kami ketahui, kami juga mengamati beberapa
fakta lain mengenai hubungan antar manusia yang terjadi di Rumah sakit
Mahyuzahra. Sudah beberapa kali kami mengunjungi Rumah sakit Mahyuzahra secara
kebetulan Rumah sakit tersebut sepi akan pasien yang berkunjung. Tidak
diketahui pasti apa penyebab Rumah sakit Mahyuzahra sepi akan pengunjung,
mungkin ada beberapa alasan atau faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Jadi
hubungan antar manusia yang dapat kami amati yakni interaksi antar pihak rumah
sakit itu sendiri.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar