KELOMPOK 4
PUSAT PERBELANJAAN
PASAR 16 ILIR DENGAN OPI MALL
Nama Kelompok :
1.
Ade
Indriani Siagian (07031281520198)
2.
Khoirunnisa (07031181520200)
3.
Sarah
Fitri Hamidah (07031281520174)
4.
Ahmad
Ovi Roni (07031281520160)
5.
Dwi
Cahyono (07031181520028)
6.
M Soleh (07031181520020)
7.
Reza
Firdaus (07031281520156)
Pengertian Pasar Tradisional
Pada saat ini
pusat-pusat perbelanjaan modern berkembang dengan pesat sampai
kepinggiran kota kecamatan, namun peranan pasar tradisional masih tetap penting
dan menyatu dalam kehidupan masyarakat. Pasar
tradisional adalah pasar yang dalam pelaksanaannya bersifat tradisional dan
ditandai dengan pembeli serta penjual yang bertemu secara langsung. Proses
jual-beli biasanya melalui proses tawar menawar harga, dan harga yang diberikan
untuk suatu barang bukan merupakan harga tetap, dalam arti lain masih dapat
ditawar, hal ini sangat berbeda dengan pasar modern. Umumnya, pasar tradisional
menyediakan bahan-bahan pokok serta keperluan rumah tangga. Lokasi pasar
tradisional dapat berada ditempat yang terbuka atau bahkan dipingir jalan.
Salah satu ciri khas pasar tradisional beberapa diantaranya
menggunakan tenda-tenda tempat penjual memasarkan dagangannya, serta pembeli
yang berjalan hilir mudik untuk memilih dan menawar barang yang akan dibelinya.
Pasar tradisional merupakan tempat untuk mendapatkan berbagai keperluan dan
kebutuhan pokok mayoritas penduduk di tanah air dengan harga yang terjangkau.
Pengertian
Pasar Modern
Pasar
modern tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional, Hanya saja pasar jenis ini
penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung pembeli hanya melihat
label harga yang tercantum pada barang, yang berada dalam bangunan dan
pelayanannya dilakukan secara mandiri atau dilayani oleh pramuniaga.
Barang-barang yang dijual, adalah bahan makanan makanan seperti: buah, sayuran,
daging, sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat
bertahan lama. Kelebihan dari pasar ini adalah barang yang dijual lebih dijamin
kesehatannya dan tempat belanja yang nyaman. Sedangkan kekurangan yang
dimiliki oleh pasar ini yaitu pembeli tidak bisa menawar harga barang yang
dijual karena di pasar modern harga barang sudah menjadi harga mati.
Perbandingan
Pasar 16 Ilir dengan
Opi Mall
PASAR 16 ILIR
Sejarah singkat Pasar
16 Ilir Palembang
Pasar 16 Ilir adalah
pasar yang
letaknya di pinggiran ilir Sungai Musi, Palembang. Pasar 16 mempunyai nilai
sejarah bagi masyarakat kota Palembang. Pasar yang dibangun sekitar tahun 1900’an
ini menjadi pusat perekonomian pada saat itu bahkan hingga sekarang. Pada tahun
1900’an aktivitas perdagangan umumnya berasal dari daerah hulu Sungai Musi yang
membawa hasil bumi, terutama buah, sayuran dan kebutuhan lainnya dengan
menggunakan perahu kanjang, yaitu sejenis perahu kayu dengan semacam
rumah-rumahan di bagian belakang sebagai tempat beristirahat.
Pasar 16 sering
dikenal juga dengan sebutan pasar tengkuruk karena gedung-gedung atau tokonya
tampak bersejajar menghadap tepian Sungai Tengkuruk, yang kala itu tepiannya
masih menampakkan tangga raja. Pedagang yang memanfaatkan lokasi ini terutama
bangsa Arab, India dan Cina. Hingga kini, masih banyak di temui bangunan berasi
tekstur Eropa, Timur Tengah dan Cina di lokasi Pasar 16 ilir.
Kelebihan dari Pasar 16 Ilir :
-
Harganya
dapat ditawar lagi dan biasanya relatif lebih murah dari harga dipasar modern,
karena langsung dari hasil panen tanpa melalui perantara agen terlebih dahulu.
-
Lebih
lengkap ketersediaan kebutuhan bahan pokok.
-
Ketersediaan
barangnya pun lebih banyak.
-
Dalam
pasar tradisional ini memiliki banyak pedagang dengan jenis dagangan yang sama
sehingga membuat konsumen lebih leluasa untuk memilih – milih jenis barang yang
ingin dibeli.
Kekurangan dari Pasar 16 :
-
Suasana
dalam pasar ramai, dan sesak terutama pada pagi hari.
-
Banyak
aroma tidak sedap karena kebersihan yang kurang terjaga.
-
Pasar lebih
kotor dibandingkan dengan Opi Mall.
-
Sering
terjadi tindak kejahatan seperti aksi pencopetan.
-
Kondisi
bangunan sedikit tak terawat
Opi Mall
OPI Mall adalah mall
yang mengusung konsep Family Entertainment Centre yang berada di daerah Jakabaring,
Palembang. Mall ini mulai dibuka pada bulan Desember tahun 2014. Mall ini
terdiri dari 5 lantai, di mana lantai atas tersedia tmpat khusus yg menyajikan
berbagai jenis makanan atau biasa disebut foodcourt dan bioskop. Mall ini juga
merupakan mall pertama di Palembang yang menyediakan Ice Rink seluas 738m2 yang
terletak di lantai 3 dan juga wahana trampoline. Berbagai wahana tersebut dapat
dimainkan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa dengan ketentuan tertentu
seperti kesiapan mental dan berat badan. Walau mall ini masih tergolong baru,
namun peminatnya begitu banyak. Selain dijadikan untuk tempat berbelanja, Opi
mall juga digunakan sebagai tempat hiburan bagi keluarga.
Kelebihan Opi Mall
-
Konsumen
lebih nyaman dan aman untuk berbelanja.
-
Jarang
terjadi aksi desak – desakan antar konsumen.
-
Kebersihan
terjaga dengan baik.
-
Bangunan
yang terawat dan kondisi yang tertata rapi
Kekurangan Opi Mall:
-
Harganya
lebih mahal sedikit dibanding dengan pasar tradisional.
-
Harganya
pun Tidak dapat ditawar lagi, sudah harga mutlak.
-
Ketersediaan
terbatas. Karena tidak memiliki banyak pedagang lain.
-
Bahan
mentah sering diberi pengawet agar terlihat tetap segar dan fresh.
Kesimpulan
pasar 16 ilir sebagai salah satu pasar tradisional dan
Opi mall yang dapat di katakan adalah pasar modern, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing
masing. Seperti halnya pasar 16 ilir,
yang walau dikatakan sebagai pasar tradisional, namun disana lah pusat
perekonomian Palembang sejak tahun 1900'an bahkan tak pernah berhenti hingga
saat ini, perekomonian terus berkembang . Begitu pula dengan Opi mall yang
walau dapat dikatakan sebagai pasar modern / pusat perbelanjaan baru namun daya
tarik nya sudah dapat menarik banyak pengunjung hampir setiap hari nya,
terutama pada hari libur. Jadi, masing masing pusat perbelanjaan mempunyai daya
tarik sendiri dan manfaat bagi pengunjung yang datang, khususnya bagi
masyarakat palembang.


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar