MAKALAH
ANTROPOLOGI
“DESKRIPSI
KOMPLEK PERUMAHAN”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Antropologi
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK 6
1.
LUTHFIYAH SHAFIRA 07031281520157
2.
AFRISCA MEGA D.I 07031181520056
3.
AHMAD TIAN S 07031181520032
4.
ARIZKIYANTI 07031181520166
5.
RADES YUANSASTRA M 07031181520048
6.
RAMA AULIA B 07031281520170
7.
TIA AGUSTINA 07031181520014
DOSEN
PENGASUH :
PROF. Dr. ALFITRI,
M.SI
PROGRAM
STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
TAHUN 2015
KOMPLEK PERUMAHAN
Masyarakat
Indonesia adalah masyarakat yang senang hidup berkumpul. Namun, di era
globalisasi ini dengan semakin majunya perkembangan zaman membuat banyak
masyarakat Indonesia sudah sedikit banyak bertingkah laku dan bergaya hidup kebarat-baratan.
Salah satunya bersifat individualis. Masyarakat Indonesia yang dahulunya senang
hidup mengelompok kini telah terpengaruh oleh adanya budaya barat. Bukan hanya
adanya budaya barat, tetapi kehidupan individual yang dimiliki masyarakat
Indonesia sekarang adalah karena adanya faktor kebutuhan.
Indonesia
adalah negara dengan jumlah penduduk yang terpadat di dunia. Hal ini
membuktikan bahwa banyak sekali manusia yang hidup di tanah Indonesia. Semakin
banyak masyarakatnya, maka semakin banyak pula kebutuhan yang harus di penuhi,
seperti sandang, papan dan juga pangan.
Salah
satu penyebab masyarakat Indonesia bersifat individual ialah kebutuhan papan.
Dewasa ini sudah banyak sekali tanah-tanah kosong yang di jadikan
komplek-komplek perumahan baik oleh pengusaha maupun oleh pemerintah, dari
harga relatif atas sampai harga relatif bawah. Sehingga banyak masyarakat yang
tergiur untuk tinggal di kompleks perumahan dengan alasan “tinggal menempati
rumah tanpa harus membangun”. Komplek perumahan tingkat menengah sampai tingkat
atas biasanya di tinggali oleh orang-orang yang berekonomi menengah dan atas
pula. Dan biasanya mereka sibuk dengan perkerjaannya masing-masing sehingga
kerap kali kurang bersosialisasi dengan tetangga sebelahnya.
Untuk
membuktikan hal ini, kami telah melakukan suatu pengamatan yang
berlokasi di Komplek Perumahan Permata Indah, Jalan Tegal Binangun, Plaju
Darat, Palembang. Kami melakukan pengamatan pada Sabtu, 21 November 2015.
(Sumber
: Dokumentasi pribadi, November 2015)
Pada
saat kami berada di depan perumahan tersebut tampak sepi dan hanya beberapa
orang yang terlihat. Dari pengamatan dan survei langsung yang
kami lakukan muncul beberapa pertanyaan yang kami ajukan saat melakukan
pengamatan, kami mewawancarai salah satu warga yang kebetulan bisa kami temui
pada saat kami melakukan pengamatan.
v Bagaimana interaksi
antarwarga dan suasana
komplek sehari-hari?
Dari pertanyaan di atas kami mendapat jawaban bahwa
“rata-rata warga di komplek tersebut berkegiatan dari sebelum pagi hingga malam
sehingga interaksi antarwarga komplek sangat kurang bahkan disaat hari libur
sekalipun”. Suasana komplek sehari-hari benar-benar sepi dan tenang. Masyarakat
kompleks biasanya hanya keluar jika ada keperluan atau saat ingin pergi beraktivitas.
(Sumber
: Dokumentasi Pribadi, November 2015)
Setelah mengetahui kehidupan di
kompleks tersebut, kami tertarik untuk mengetahui sistem kepemimpinan yang ada
di kompleks, jika biasanya perkampungan atau masyarakat luar kompleks di pimpin
oleh ketua RT beserta perangkatnya, bagaimana dengan sistem kepemimpinan di
komplek ini?.
v Bagaimana sistem
kepemimpinan yang ada di komplek
ini ?
Sistem kepemimpinan yang ada di komplek ini sama seperti
daerah-daerah lain yang dipimpin oleh ketua RT beserta perangkatnya . Pada saat
kami melakukan pengamatan, malam harinya akan diadakan pemilihan ketua rt baru
setelah beberapa waktu tanpa ketua rt karena ketua rt yang lama baru saja
meninggal.
Dengan
adanya surat edaran ini, menunjukkan bahwa masyarakat kompleks yang terbukti
individual sehari-harinya, mereka tetap bermusyawarah demi kepentingan tempat
tinggalnya.
Kompleks
yang terkenal dengan sepi dan sunyi mengisyaratkan banyak pemilik rumah yang
sedang keluar, berbeda dengan perkampungan masyarakat pada umumnya yang ramai
dan selalu ada pemilik rumah yang tinggal. Hal ini membuat kami bertanya,
bagaimana sistem keamanan yang ada di komplek ini. Sedangkan perumahan di
perkampungan yang rami saja banyak terjadi pencurian, bagaimana dengan perumahan
di kompleks yang notabennya di huni oleh masyarakat golongan menengah ke atas
dan meninggalkan rumah seharian.
v Bagaimana sistem
keamanan yang diterapkan
komplek ini ?
Sistem keamanan di dalam komplek ini sedikit lebih ketat
dibandingkan perkampungan biasa karena adanya pos penjagaan di gerbang masuk
komplek, dimana setiap tamu yang datang menginap diwajibkan lapor sebelum 1 ×
24 jam. Setelah kami menanyai salah satu penjaga yang ada di tempat beliau
menerangkan bahwa ada pergantian shift penjaga pagi dan siang, masing-masing
shift dijaga oleh 2-3orang. Mereka biasanya berkeliling kompleks untuk
mengawasi rumah-rumah yang di tinggal pergi oleh pemiliknya.
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, November 2015)
Dari pengamatan yang kami lakukan, kami menemukan banyak
perbedaan antara perkampungan biasa dengan komplek perumahan. Perbedaan yang
ada, sebagai berikut:
·
Interaksi antarwarga
di perkampungan lebih sering dan intens sedangkan, di komplek perumahan lebih
minim dan hampir tidak ada. Karena warga komplek perumahan cenderung sudah
berpikir lebih individualis, ekonomis, dan praktis jika dibandingakan dengan
warga perkampungan yang masih bersifat kekeluargaan dan kolektif.
·
Suasana perkampungan
lebih ramai dan hidup dibandingkan suasana komplek perumahan yang cenderung
sepi, tenang, dan tidak hidup. Tidak ada kegiatan di luar rumah sekalipun di
waktu libur.
·
Sistem keamanan
komplek perumahan dengan perkampungan biasa pun berbeda. Di komplek perumahan
menerapkan peraturan dan penjagaan yang lebih ketat terhadap tamu yang datang
maupun keamanan sekitar komplek perumahan. Sedangkan, di perkampungan biasa
lebih fleksibel dan tidak terlalu ketat terhadap peraturan dan penjagaan
terhadap tamu yang datang maupun lingkungan sekitar, tetapi tetap ada orang
yang menjaga keamanan lingkungan perkampungan dengan melakukan pergiliran
penjagaan maupun membayar orang untuk meronda setiap malamnya demi menjaga
kekondusifan lingkungan.
KESIMPULAN
Masyarakat yang tinggal di kompleks
perumahan ekonomi menengah dan ekonomi atas, cenderung individual dan kurang
bersosialisasi dengan tetangganya, hal ini di sebabkan masyarakat ekonomi
menengah dan ekonomi atas rata-rata sibuk dengan perkerjaannya dan hanya ada di
rumah pada malam hari karena masyarakatnya beraktivitas dari pagi hingga malam
hari.
Sistem kepemimpinan di komplek
perumahan juga sama layaknya perumahan di perkampungan biasa. Namun, sistem
keamanannya berbeda jika perkampungan masyarakat biasa di jaga oleh masyarakat
yang tinggal di kampung itu sendiri secara bergilir dengan berjaga malam setiap
malam. Namun, komplek perumahan di jaga oleh satpam 24 jam karena kompleks
perumahan yang cenderung sepi dan ditinggal penghuninya untuk beraktivitas.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar